lapisan nafsu itu dalam islam

Dalam tradisi Islam, konsep nafsu (jiwa atau keinginan diri) sering dibahas melalui kacamata tasawuf. Para ulama membagi tingkatan nafsu berdasarkan kondisi spiritual seseorang, yang puncaknya adalah ketenangan total di hadapan Allah.

​Secara umum, terdapat tujuh tingkatan nafsu yang sering dirujuk:

​1. Nafsu Ammarah (Jiwa yang Memerintah pada Keburukan)

​Ini adalah tingkatan terendah. Seseorang pada tahap ini sepenuhnya dikendalikan oleh keinginan duniawi, amarah, dan syahwat tanpa rasa sesal.

  • ​Karakter: Sombong, serakah, bakhil, dan pemarah.
  • ​Rujukan: Al-Quran Surah Yusuf.

​2. Nafsu Lawwamah (Jiwa yang Menyesali Diri)

​Pada tahap ini, kesadaran mulai muncul. Seseorang melakukan kesalahan, namun kemudian merasa menyesal dan mencela dirinya sendiri karena kelalaian tersebut.

  • ​Karakter: Ada upaya untuk bertaubat meski terkadang masih jatuh ke lubang yang sama.
  • ​Rujukan: Al-Quran Surah Al-Qiyamah [75:2].

​3. Nafsu Mulhamah (Jiwa yang Diilhami)

​Jiwa yang mulai menerima ilham kebaikan dari Allah. Seseorang mulai merasakan manisnya ibadah dan memiliki keinginan kuat untuk meninggalkan maksiat.

  • ​Karakter: Sabar, syukur, dan dermawan.
  • ​Rujukan: Al-Quran Surah Asy-Syams [91:7-8].

​4. Nafsu Mutmainnah (Jiwa yang Tenang)

​Ini adalah tingkatan di mana iman telah meresap ke dalam hati. Jiwa ini tidak lagi goyah oleh godaan dunia atau musibah karena telah merasa cukup dengan Allah.

  • ​Karakter: Tawakal, ridha, dan tenang.
  • ​Rujukan: Al-Quran Surah Al-Fajr.

​Tingkatan Lebih Tinggi (Khusus Para Wali & Kekasih Allah)

​Selain empat di atas, para ulama tasawuf menambahkan tiga lapisan penyempurnaan:

    • ​5. Nafsu Radhiyah: Jiwa yang benar-benar ridha atas segala ketetapan Allah, pahit maupun manis.
    • ​6. Nafsu Mardhiyah: Jiwa yang telah mencapai derajat di mana Allah meridhai segala perbuatannya.
    • ​7. Nafsu Kamilah: Jiwa yang sempurna. Ini adalah tingkatan para Nabi dan Rasul, di mana seluruh hidupnya adalah manifestasi ibadah dan cahaya ilahi.

​Catatan Penting: Perjalanan melewati lapisan-lapisan ini disebut dengan Mujahadah an-Nafs (berjuang melawan diri sendiri). Ini dianggap sebagai “Jihad Akbar” karena menaklukkan ego jauh lebih sulit daripada menghadapi musuh fisik.

Jangan Ketinggalan Posting Terbaru Kami!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Template Tinjauan Kepuasan Pelanggan
Tolong bantu kami menambah baik produk/perkhidmatan kami dengan melengkapkan soal selidik ini

Adakah anda akan mengesyorkan website ini kepada rakan atau rakan sekerja?*

Clear selection

Secara keseluruhan, sejauh manakah anda berpuas hati atau tidak berpuas hati dengan website kami?*

Clear selection
Bahagian 2/4: Penilaian Perkhidmatan/Produk

Manakah antara perkataan berikut yang akan anda gunakan untuk menerangkan produk/perkhidmatan kami? Pilih semua yang berkenaan*

Clear selection

Bagaimanakah anda menilai kualiti tapak web kami? (Typekan dari 1 hingga 10)*

Clear selection
Bahagian 3/4:Penjagaan Pelanggan

Sejauh manakah respon kami terhadap soalan atau kebimbangan anda tentang produk/perkhidmatan kami?*

Clear selection

Masukkan alamat e-mel anda untuk survey yang lain untuk dihubungi?

Clear selection
Adakah anda mempunyai sebarang komen atau soalan yang lain?

Adakah anda ada komen atau soalan yang lain?*

Clear selection
Scroll to Top

Assalammualaikum Sila Ambil Perhatian!!

Jika anda ada terlihat kejadian kepecahan atau tidak teratur susunan didalam website kami.

Sila refresh balik browser anda atau di handphone anda.

Atau anda boleh hubungi kami disini untuk masaalah
yang lain yang anda hadapi kepada kami